.
.
Cabai merupakan salah satu tanamana yang paling banyak dibudidayakan dipekarangan rumah. Rasanya yang pedas dan kemudahan dalam perawatan membuat cabai diminati oleh sebagian besar orang. Apalagi harga cabai yang tidak stabil, menjadi keuntungan bila bisa membudidayakan sendiri.
Meskipun terbilang cukup mudah, merawat tanaman cabai juga memiliki risiko yang tidak sepele seperti daun keriting. Serangan tersebut membuat pertumbuhan tanaman terhambat, sehingga produktivitasnya semakin menurun.
Baca Juga: Keriting Daun Pada Cabai: Ini Penyebab dan Cara Pengendaliannya
Mengapa Daun Cabai Keriting?
Keriting daun pada cabai merupakan salah satu keadaan fisik daunnnya berubah menjadi keriting, kuning, kurus dan rontok. Keadaan tersebut menyebabkan nutrisi yang telah diberikan tidak bisa diproses secara sempurna, sehingga tanaman tidak bertumbuh baik dan produktivitas tanaman menjadi turun.
Penyakit keriting daun pada cabai dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti kekurangan air, kurang perawatan, kondisi benih. Keriting pada daun cabai juga bisa disebabkan oleh serangan hama atau disebut organisme pengganggu tanaman (OPT).
Penyebab Daun Cabai Keriting
1. Kurang Air
Pada umumnya, semua tanaman sangat membuthkan pasokan air untuk pertumbuhannya. Begitupun dengan tanaman cabai, jika daunnya sudah mulai mengeriting maka itu bisa pertanda tanaman sedang dehidrasi.
Memang penyiraman pada tanaman cabai bisa dikatakan gampang dan susah. Terlali banyak air saja bia menyebabkan tanaman mati, sedangkan jika terlalu sedikit maka daun bisa menjadi keriting dan akhirnya mati juga. Terdapat tanda khusuh akibat dehidrasi yaitu daun yang melengkung ke bawah, menguning, dan mengeriting. Supaya tanaman cabai kembali sehat, kalian bisa menyiram secara teratur dan jangan sampai menggenang.
2. Terlalu Banyak Sinar Matahari
Tanaman cabai sebenarnya termasuk menyukai sinar matahari yang penuh, yaitu sekitar 8 jam per hari. Namun, jika berlebihan dari itu, kesehatan tanaman akan menjadi terganggu. Tetapi, permasalahan daun keriting ini biasanya hanya dialami oleh tanaman cabai yang masih muda.
Tanda lain yang harus diwaspadai pada daun keriting adalah daunya menghadap ke atas, dengan warna kecoklatan, dan mudah rontok. Jika hal tersebut terjadi, sebaiknya segera pindahkan pada area yang memiliki pencahayaan teduh sampai tanaman kuat kembali. Kalian bisa mengakali kekurangan cahaya dengan menambahkan lampu diatas tanaman
3. Akar Busuk
Pada umumnya peyebab akar busuk yaitu penyiraman yang berlebihan atau drainase air yang buruk. Namun, pada tanaman cabai serangan ini juga bisa disebakan oleh jamur Phytootera root. Sayangnya, daun yang mengeriting tidak akan sehat kembali, sehingga lebih baik segera dipotong dan biarkan daun tanaman cabai muda yang sehat tetap tumbuh. Selain itu, jaga kesehatan tanaman cabai dengan menambah kalsium dan cahaya sinar matahari yang cukup.
4. Kekurangan Nutrisi
Tanaman cabai yang kekurangan nutrisi akan sangat mengganggu proses pertumbuhannya. Dauan-daun yang mengerting biasanya disebabkan oleh kekurangan kalsium untuk pembentukan dinding sel yang kuat dan unsur kalsium juga berperan dalam perkembangan tanaman.
Untuk mengambalikan kesehatan tanaman cabai, kalian bisa menambahkan kalsium ke dalam media tanam dalam bentuk pupuk atau cairan. Cara alternatifnya yaitu dengan menaburkan cangkang telur. Kenyataannya memang daun yang sudah mengeriting tidak bisa kembali seperti semula, namun daun-daun yang baru akan bermunculan.
5. Hama
Salah satu penyebab daun cabai mengeriting adalah seranga berbagai macam hama seperti Thrisp, tunga, dan kutu daun. Beberapa hama ini memakan getah yang mengalir lewat urat daun tanaman cabai. Hal inilah yang membuat daun mengeriting dan mengkerut.
Untuk menanggulanginya kalian bisa menyemprotkan pestisida secara bertahap agar hamanya tidak kembali lagi. Setelah itu buang bagian tanaman yang terkena hama. Tempatkan tanaman pendamping yang dapat mencegah hama seperti bawang, kemangi, dan alyssum.
Baca Juga: 3 Jenis Hama Penyebab Daun Cabai Keriting dan Pengendaliannya
Hama Penyebab Daun Cabai Keriting
Pada serangan daun keriting karena hama masih berpeluang besar untuk disembuhkan ketimbang penyakit akibat virus. Ada beberapa jenis hama yang bisa menyebabkan keriting daun, seperti hama thirps, tungau dan kutu daun. Berikut penjelasan lengkap masing – masing hama:
1. Hama Thrips
Hama Thrip memiliki mobilitas (pergerakan) yang sangat tinggi, mampu meloncat ke tanaman lain. Hama ini menyerang dengan cara meghisap cairan pada tunas muda atau pucuk daun. Gejala yang ditimbulkan yaitu adanya bercak-bercak putih perak atau kekuning-kuningan terutama pada permukaan bawah daun cabai.
Bercak-bercak awalnya tampak dekat dengan tulang daun kemudian melebar hingga menguning seluruh permukaan daunnya. Serangan berat daun menjadi berwarna coklat, mengeriting, dan menggulung ke atas. Pada akhirnya pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan tidak dapat menghasilkan bunga.
2. Hama Tunga
Hama tungau yang sering menyerang tanaman cabe ialah tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranycus sp.). Serangan tungau dimulai dari pucuk daun atau tunas muda. Serangannya dilakukan dengan menghisap jaringan mesofil, sehinga menghambat fotosintesis pada tanaman.
Serangan ditandai dengan munculnya bintik kuning di permukaan daun yang lama-kelamaan melebar lalu berubah menjadi kecokelatan dan akhirnya menghitam. Daun yang terserang mengalami perubahan bentuk dan pertumbuhan tunas terhenti. Bagian bawah daun berwarna seperti tembaga dan terdapat benang-benang putih halus. Pada serangan parah, daun-daun cabai berguguran hingga tidak tersisa sama sekali, tunas menghitam kecoklatan dan mati.
3. Hama Kutu Daun
Hama kutu daun mempunyai ukuran yang besar dan tidak mudah meloncat. Hama ini bukan hanya menyerang daun, tetapi juga menyerang bagian batang dengan cara menghisap cairan tanaman. Punya sifat bergerombol, dan sering bersembunyi dibawah daun, hingga batang tanaman.
Gejala serangan kutu daun hampir mirip dengan serangan tungau. Akibat cairan daun yang dihisapnya, daun menjadi melengkung ke atas, mengeriting, dan belang-belang. Daun seringkali menjadi layu, menguning, dan akhirnya rontok. Kutu daun memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat, karena selain dapat memperbanyak diri dengan perkawinan biasa, hama ini juga mampu bertelur tanpa pembuahan.
Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel